March 29th, 2008 by adiwijaya1
Aku lelah, tak mungkin lagi ikuti langkahmu
detik yang aku lewatkan sia-sia, jiwaku tak lagi di sini
ke mana kau bawa aku pergi?, hampa ruang di sekitarku
Aku butiran pasir yang jatuh dari sela-sela jarimu
Aku sayap malaikat yang kau patahkan
Anak Adam
yang hilang arah
Mencoba untuk pulang
Mengetuk pintu, bersujud di kaki ibu
Posted in Uncategorized | No Comments »
February 1st, 2008 by adiwijaya1
Ending :
Aku terus melangkahkan kaki menelusuri jalan desa
Entah berapa lama waktu yang berlalu, entah berapa luka yang aku rengkuh
Aku sungguh tidak ingat, aku benar-benar telah lupa
Bahkan aku lupa, sejak kapan mereka memanggilku Anima Sola….
*ANIMA SOLA = JIWA YANG KESEPIAN
Posted in Uncategorized | No Comments »
January 5th, 2008 by adiwijaya1
Sang gadis mendekat, menggenggam tangannya erat
Bulir air mata yang harus jatuh, sehelai daun melayang turun ke tanah
"Akhirnya kita sampai di sini, di titik ini, tak perlu penyesalan"
Sang lelaki menggumam lirih
"Tembok tebal itu, tak bisakah kita melewatinya?"
Siluet yang menghalangi pandangan sendu matanya
Sepasang kupu-kupu yang berkejaran di antara ranting-ranting kering
"Jangan ada tangis, tersenyumlah, maka aku akan pergi dengan bahagia"
Hening yang menyergap dari balik pepohonan, kesunyian yang hadir dari jiwa yang sepi
"Relakan aku, di akhir perjalananmu nanti, aku akan datang menjemputmu"
Sekilas kecupan di pipi, genggaman tangan yang harus lepas
Sang gadis pergi bersama bayang-bayang senja
"Jangan katakan selamat tinggal !"
Sang lelaki berdiri, memandang jauh cakrawala langit
Mencoba membaca rahasia di balik lembayung
"Ketika kau kembali, carilah aku di sini"
Daun yang jatuh ke tanah, sepasang kupu-kupu yang berkejaran, lembayung membayang, senja ini terlalu sempurna….
(’Tuk km yg mencuri hatiku, u know who u r’, miss u)
Posted in Uncategorized | No Comments »
December 29th, 2007 by adiwijaya1

Aku merasa mengenalmu
Gerak tubuhmu, kerling matamu, senyum manismu
Ya, aku pernah mengenalmu
Kisah sedih masa lalu
999, apakah kau ingat bilangan itu?
Ketika kau bersiasat di penghujung malam
Duri-duri tajam yang menyayat hati
Masihkah kau mengenalku?
Aku Sangkuriang, anak yang hilang
Si pencari cinta dalam ke sia-sia an
Si pendosa dalam kehampaan
Posted in Uncategorized | No Comments »
December 14th, 2007 by adiwijaya1

Kesunyian dalam tafakurku
Titik nadir hembusan nafasku
Tetaplah seperti itu
Seperti pertama aku mengenalmu
Aku begitu dekat
Lebih dekat dari urat nadi lehermu
Kau lah cinta
dan air mataku
Posted in Uncategorized | No Comments »
October 30th, 2007 by adiwijaya1

Seperti aku yang hilang dalam terang
Terjatuh dan coba tuk berdiri
Hanya tuk temukan
Kau tak ada di sampingku lagi
Kaukah itu?
Yang bersembunyi
Di sudut-sudut relung hati?
In Memorian of Ratih Herawati
Still Love U
Posted in Uncategorized | No Comments »
October 18th, 2007 by adiwijaya1

Cahaya maha cahaya
Bawa aku kepada terang
Tenangkan jiwaku yang rapuh
Aku luluh tergurat sembilu
Jalan panjang menemukanmu
Posted in Uncategorized | 1 Comment »